• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berintegritas dan Berwawasan Lingkungan Kepariwisataan - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-235073

Kuliah Umum dan Workshop Penelitian dan Publikasi Bertaraf Internasional PPJ Unwar

  • 11 Januari 2019
  • 118 Pengunjung
Kuliah Umum dan Workshop Penelitian dan Publikasi Bertaraf Internasional PPJ Unwar

Pusat Pengelola Jurnal (PPJ) Universitas Warmadewa menyelenggarakan Kuliah Umum dan Workshop Penelitian dan Publikasi Bertaraf Internasional pada Jumat, 11 Januari 2019 di Ruang Sidang Sri Ksari Mandapa Unwar. Acara dibuka Rektor Unwar yang diwakili Kepala Lembaga Penelitian Kepada Masyarakat (LPM) Unwar Dr. Drs. I Wayan Wesna Astara, SH,M.Hum.,MH., dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Direktur dan Sekretaris Pascasarjana Unwar, Dekan di lingkungan Unwar, Kepala Cabang Lab Forensik Polri Denpasar Kombespol Harris Aksara,SH., Kasubbid Fiskomfor Labforcab Denpasar Anang Kusnadi, Dosen Magister Ilmu Linguistik,  Dosen FKIK Spesialis Saraf, Kejiwaan dan Biomedis, dan Dosen Fakultas Sastra Unwar.

Narasumber yaitu Kepala Pusat Studi Linguistik dan Dosen di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Bandar Lampung yang juga sebagai Ketua Komunikasi Linguistik Forensik Indonesia (KLFI) dan anggota Dewan Kode Etik I-4 (Ikatan Ilmuan Indonesia Internasional) Susanto, SS.,M.Hum.,MA.,PhD Kepala PPJ Unwar Dr. Mirsa Umiyati, SS., M.Hum mengatakan latar belakang kegiatan ini adalah keinginan atau target PPJ Unwar untuk meningkatkan jumlah publikasi dosen-dosen Unwar di jurnal-jurnal internasional bereputasi. “Dari hasil belajar kami ke beberapa tempat, ternyata untuk mencapai itu kita harus melakukan suatu penelitian bertaraf internasional sehingga publikasi internasional di jurnal-jurnal bereputasi mengalir mengikutinya. Oleh karena itu kami menghadirkan Bapak Susanto, PhD dari Universitas Bandar Lampung yang proposal-proposal penelitiannya bisa tembus di 5 benua”, ungkapnya.  Ia juga mengatakan tujuan dari kegiatan ini untuk menggali potensi riset linguistik multidisiplin yang proposalnya akan ditembuskan ke 5 benua yang akan dibantu oleh bapak narasumber meliputi Neuro Linguistik, Bio Linguistik, Clinical Linguistik, Forensik Linguistik, Computational Linguistik. “Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama di tahun 2019 yang dilakukan oleh PPJ Unwar yang menggagas  multidisiplin ilmu, yang dikesempatan pertamanya adalah linguistic dengan kedokteran dan dikesempatan yang lain kita akan mencoba menggabungkan multidisiplin antar seluruh disiplin ilmu yang ada di Unwar,” pungkasnya.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Wisnumurti, M.Si., mengatakan workshop dan kuliah umum seperti ini harus sering dilaksanakan dalam rangka membangkitkan kesadaran khususnya para dosen di Unwar. Karena tugas dosen tugasnya tidak hanya mengajar tetapi meneliti dan melakukan pengabdian kepada masyarakat. “Sesungguhnya roh dari tri dharma perguruan tinggi itu adalah research. Budaya meneliti adalah sebuah keharusan bagi perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini budaya meneliti di unwar agar terus tumbuh dan berkembang, hasil penelitian ini outcomenya adalah publikasi. Tanpa ada penelitian maka publikasi pun tidak akan pernah ada. Oleh karena itu ini semua adalah sebuah sinergitas antara penelitian, pengajaran serta pengabdian masyarakat. Kesadaran inilah yang harus kita bangun dan kita bentuk untuk merubah mindset dan cultureset para dosen untuk menumbuhkan budaya akademik di Unwar,” ujarnya.

Rektor Unwar yang diwakili Kepala Lembaga Penelitian Kepada Masyarakat (LPM) Unwar Dr. Drs. I Wayan Wesna Astara, SH,M.Hum.,MH., mengatakan tidak cukup jurnal tetapi penelitian itu harus di tingkat internasional. “Karena itu menurut pendapat saya, yang pertama harus ada politik hukum perencanaan penelitian yang paling tidak ada tri kona yaitu ada Negara, perguruan tinggi dan masyarakat. Yang kedua adalah kebenaran ilmu yang selalu dipertanyakan. Apablila teori muncul, akan tetapi apabila teori itu tidak adil maka teori itu harus direvisi yang artinya disitu harus ada kejujuran. Sebagai akademisi harus ada kejujuran akademik disitulah muncul teori plagiat. Yang ketiga adalah ilmu moral dan pengabdian kepada ilmu. Ilmu tanpa moral itu berbahaya. Ilmu adalah otoritas untuk pemanfaatan. Ketika ilmu itu tidak bermanfaat apa gunanya ilmu,” ungkapnya.  Ia berharap dengan kegiatan ini narasumber bisa memberikan ilmunya kepada para peserta sehingga Unwar bisa mendapatkan penelitian-penelitian yang bertaraf internasional.

Ditemui dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang Lab Forensik Polri Denpasar Kombespol Harris Aksara,SH mengatakan ini merupakan suatu kehormatan bagi kita yang kedepannya kita akan membuat MoU yang saling menguntungkan karena kita di forensic sangat membutuhkan tenaga. “Kita sangat terbatas yang mempunyai kemampuan forensik, makannya kalau bisa kita melakukan MoU karena kita sangat kekurangan personil,” pungkasnya.

Humas Bappsik Unwar Melaporkan

  • 11 Januari 2019
  • 118 Pengunjung

Lainnya

Pencarian