• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berintegritas dan Berwawasan Lingkungan Kepariwisataan - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-235073

WaRC Unwar Gelar Seminar Internasional “Research Methodology In A Digital Age”

  • 12 September 2018
  • 105 Pengunjung
WaRC Unwar Gelar Seminar Internasional “Research Methodology In A Digital Age”
Warmadewa Research Centre (WaRC) Universitas Warmadewa (Unwar) menggelar Seminar Internasional dengan tema ““Research Methodology In A Digital Age” di Ruang Auditorium Widya Sabha Uttama Unwar, Rabu, (12/9). Seminar Internasional ini menghadirkan 3 narasumber utama, yaitu Prof. Heather Horst dari University of Siydney, Marlowe Bandem, dan Dr. Drs. I Ketut Darma, M.Si., dari Unwar. Seminar yang berlangsung hingga sore hari ini dibuka langsung oleh Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK., yang dihadiri Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., beserta jajaran, Wakil Rektor I dan II Unwar, para Dekan dan dosen dilingkungan Unwar.
 
Ketua Panitia sekaligus Ketua WaRC Unwar, I Nyoman Gede Maha Putra, ST.,M.Sc.,PhD., mengatakan Seminar Internasional “Research Methodology In A Digital Age” digelar dengan tujuan untuk merangsang dan meningkatkan minat penelitian para dosen di lingkungan Unwar, sekaligus untuk menepis bahwa penelitian yang dianggap rumit oleh para dosen tidaklah serumit dan sesulit yang dibayangkan. Melainkan penelitian merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan. Apalagi, di era digital seperti saat ini melakukan penelitian dan membuat hasil penelitian jauh lebih mudah dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi dan informasi. “Saya ingin menunjukkan bahwa riset adalah sesuatu yang menyenangkan. Kita bisa melakukan riset dengan latar belakang ilmu apa saja dengan cara yang apa saja. Kita datangkan narasumber yaitu Prof. Heather Horst yang akan menjelaskan risetnya dengan handphone,  Marlowe Bandem yang menjelaskan bagaiman riset bisa dilakukan dengan visual, dengan cara foto-foto, dengan arsip-arsip lama yang bisa digali kembali, dan Pak Ketut Darma yang bercerita tentang bagaimana kita menge-link-kan yang tradisi dengaqn yang modern, karena selama ini kita selalu merendah diri dengan tradisi. Padahal di situ (tradisi-red) ada sesuatu yang bisa kita hubungkan antara yang tradisi dengan yang modern adalah satu aliran yang sama. Jadi dengan banyak cara pandang ini harapannya adalah riset bisa kita lakukan tanpa beban lagi,”jelas Gede Maha Putra, Rabu (12/9).
 
Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E.,Sp.ParK., mengatakan penelitian merupakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh para dosen selain pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, secara umum penelitian masih dianggap susah oleh para dosen, sehingga minat untuk melakukan penelitian masih kurang. Padahal penelitian wajib dilakukan oleh dosen di perguruan tinggi untuk memproposionalkan konsep pokok Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui Seminar Internasional ini diharapkan bisa menjadi stimulasi bagi para dosen untuk bisa meningkatkan minatnya untuk menjadi peneliti. Sehingga, melalui hasil penelitian yang dilakukan dapat mambantu Unwar dalam hal peningkatan ranking institusi. Apalagi, saat ini Unwar telah berada pada ranking 63 dari 4.500an perguruan tinggi yang ada di Indonesia dan menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia bagian Timur. “Salah satu yang mendukung peningkatan itu adalah meningkatkanya kegiatan penelitian di Universitas Warmadewa pada 2 tahun terakhir ini. Kami harapkan sebetulnya dengan peningkatan yang kontinu, kita berharap pada tahun 2019 ranking kita bisa naik lagi paling tidak ranking 50. Sehingga, Warmadewa di level nasional benar-benar menjadi dikenal dan diperhitungkan orang,”tandas Prof. Widjana.
 
Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si., memberikan apresiasi kepada WaRC yang telah mampu menyelenggrakan seminar internasional dalam rangka memeriahkan Dies Natalis XXXIV. Dikatakan, riset merupakan salah satu kekuatan perguruan tinggi yang wajib dilakukan oleh para dosen sebagai peneliti. Sehingga, perguruan tinggi harus memproduksi riset sebanyak mungkin dalam upaya pengembangan ilmu, kaji tindak yang digunakan dalam mengambil kebijakan, dan dalam rangka memberikan nilai tambah inovasi kepada masyarakat. Apalagi, terjadi revolusi industry 4.0 telah diprediksi melalui hasil riset dan era digital ini bisa dimanfaatkan untuk memudahkan dalam melakukan penelitian. Sebab, segala informasi dan referensi untuk mendukung penelitian bisa dengan mudah diakses secara online. “Warmadewa sudah mulai dengan mendirikan Warmadewa Research Centre dan Warmadewa Research Centre ini adalah lembaga fungsional yang menjadi wadah bagi para akademisi untuk berkumpul dan menelorkan ide-ide terhadap problematika interdisipliner yang ada disekitar kita,”pungkas Wisnumurti.
 
Humas Bappsik Unwar
Melaporkan
  • 12 September 2018
  • 105 Pengunjung

Lainnya

Pencarian