• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berwawasan Ekowisata dan Berdaya Saing Global Pada Tahun 2034 - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-

WARC Unwar Gelar Jumpa Ngopi #16 "Membaca Kota, Manusia, dan Transformasi di masa Pandemi"

  • 29 Juli 2020
  • 118 Pengunjung
WARC Unwar Gelar Jumpa Ngopi #16

Warmadewa Research Centre (WARC) kembali menggelar Jumpa Ngopi #16, Rabu (29/7) secara virtual melalui Aplikasi Zoom Cloud Metting dengan titik pusat di Ruang Warmadewa Research Centre Universitas Warmadewa (Unwar). Jumpa Ngopi kemarin mengusung tema "Membaca Kota, Manusia, dan Transformasi di masa Pandemi".

Salah satu nara sumber yang juga Direktur WaRC I Nyoman Gede Mahaputra, ST., M.Sc., P. hD., memaparkan, Kota Denpasar menghadapi tantangan berat pada masa pandemi dan era adaptasi kehidupan baru. Salah satu indikasinya, angka penularan Covid-19 lewat transmisi lokal terus terjadi, meskipun berbanding lurus dengan angka kesembuhan.

Dosen Prodi Arsitektur yang akrab disapa Mang De ini menilai, penduduk Ibu Kota Provinsi Bali susah dideteksi karena ketiadaan transportasi publik serta aktivitas perdagangan masih terkonsentrasi pada suatu titik, begitupun dengan aktivitas pendidikan. Sebagai contoh di wilayah Jl Kamboja, Denpasar.

"Di Bali (khsusunya Denpasar-red) memang ada moda transportasi berbasis online, tapi itu bukan transportasi publik. Kondisi ini membuat pergerakan manusia semakin susah dikontrol. Faktor ekonomi juga mengharuskan warga keluar dari rumah, bukan tidak taat imbauan pemerintah untuk diam di rumah selama pandemi," jelas Mang De, di sela kegiatan.

Sebagai solusi, Mang De berharap, pemangku kebijakan mampu memperkecil lingkup konsentrasi perdagangan dan pendidikan minimal di wilayah banjar atau desa. Sebab, diketahui bahwa pasar adalah salah satu kluster penyebaran Covid-19.

 "Salah satu solusi menurut saya, lingkup perdagangan harus dipersempit misalnya di wilayah banjar. Untuk memfasilitasi peserta didik, di setiap banjar juga perlu dipasang WiFi," sarannya.

Mang De melanjutkan, semua kota di dunia tumbuh dan berevolusi dengan sendirinya, sehingga tidak ada kota yang didesain untuk menghadapi situasi tertentu, apalagi wabah penyakit menular. Di sinilah diperlukan peran pemerintah mengatur warganya.

Selain Mang De, Rita Pandawangi dari Singapore University of Social Science
dan Anton Noventanto, akademisi Universitas Brawijaya, Malang juga terlibat sebagai nara sumber. Sementara Dr. I Ngurah Suryawan selaku moderator. Jumpa Ngopi #16 ini berhasil menyedot 70 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa dan umum.

"Intinya Jumpa Ngopi yang lahir sejak 2018 ini adalah obrolan santai. Sebelum pandemi, biasanya kami ngobrol langsung di kampus dengan kolega undangan. Kalau obrolan manarik, langsung kita jadikan bahan penelitian," pungkas Mang De.

Humas Unwar
Melaporkan

  • 29 Juli 2020
  • 118 Pengunjung

Lainnya

Pencarian