Tim PKM Unwar Gelar FGD Penataan Pura & Gelgel Sebagai Pusat Kawitan Se-Bali

Oleh : | Minggu, 17 Juli 2022 | Dibaca : 41 Pengunjung

Tim PKM Unwar Gelar FGD Penataan Pura & Gelgel Sebagai Pusat Kawitan Se-Bali

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa yang diwakili oleh Dosen Program Pascasarjana Unwar Dr. Drs. I Made Mardika, M.Si melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) tentang penataan Pura & Desa Gelgel sebagai Pusat Kawitan di Bali guna untuk pengembangan Desa Adat Gelgel sebagai wisata spiritual. Kegiatan yang mengundang Bendesa beserta prajuru desa adat Gelgel dilaksanakan di Wantilan Pura Dasar Buana Gelgel, Klungkung pada hari Minggu (17/7/22).

Mardika menyampaikan bahwa kegiatan FGD kali ini  bertujuan untuk merencanakan penataan Pura di Gelgel sebagai upaya untuk memperkenalan bahwa di Desa Gelgel merupakan Pusat dari Pura-pura kawitan di Bali. Selain itu, kegiatan FGD ini sebagai langkah awal untuk membangun Gelgel sebagai desa wisata spiritual sebab keberadaan Pura Dasar Bhuana sebagai cagar budaya dan juga memiliki historis sejarah yang menarik akan menjadi magnet bagi pariwisata untuk berkunjung ke Gelgel. Selain itu, banyak faktor yang akan mendukung terealisasinya konsep desa spiritual di Gelgel, salah satunya adalah keberadaan Pusat Kebudayaan Bali yang letaknya tak berjauhan dari Desa Gelgel. “Dengan adanya Pusat Kebudayaan Bali yang tak jauh dari Desa Adat Gelgel diharapkan Desa adat gegel dapat dijadikan alternatif berwisata bagi wisatawan yang datang” ujar mardika yang juga selaku Kepala UPM Pascasarjana Unwar.

Bendesa Adat Gelgel I Putu Arimbawa, ST.  Menyambut baik maksud dan tujuan yang di Gagas dari Universitas Warmadewa melalui program pengabdian kepada masyarakat. Di Desa Gelgel. Pihaknya menilai, konsep wisata spiritual ini sangat tepat untuk Desa Gelgel. Sebab, keberadaan Gelgel masih menjadi misteri bagi khalayak banyak. Terutama sejarah menarik tentang pusat pemerintahan bali pada era kejayaan kerajaan Gelgel masa lampau. Untuk itu pihaknya sangat berharap hal tersebut dapat terealisasi sehingga ke depan upaya pelestarian terhadap nilai-nilai sejarah di Desa Gelgel dapat dilakukan secara berkelanjutan. “Ini perlu kita lestarikan dan kita kenalkan sejarah Desa Gelgel kepada masyarakat luas melalui penataan dan pelestarian menuju desa wisata spiritual. Apalagi kita berdekatan dengan objek wisata lain khususnya pusat kebudayaan bali yang sedang di bangun. Saya harap ini bisa membangkitkan kembali marwah dari Desa Adat Gelgel yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi”pungkasnya.



BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA