WaRC Serahkan Kontrak Penelitian

Oleh : | Kamis, 20 Mei 2021 | Dibaca : 925 Pengunjung

WaRC Serahkan Kontrak Penelitian

Warmadewa Research Centre (WaRC) menggelar acara Penyerahan Kontrak Penelitian bagi 16 proposal penelitian yang lolos hibah penelitian lembaga tersebut. Acara digelar di Gedung Widya Sabha Utama Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali pada Kamis, 20 Mei 2021. Ketua WaRC, I Nyoman Gede Maha Putra, S.T., M.Sc., Ph.D, menjelaskan pada tahun anggaran ini ada 24 buah proposal yang masuk ke lembaganya. Proposal-proposal itu diajukan oleh 24 orang dosen, dengan rincian 15 orang dosen muda dan 9 orang dosen tematik.

"Dari jumlah penelitian yang kami nyatakan layak, mayoritas adalah penelitian di bidang ekowisata, selain itu ada penelitian di bidang kesehatan, juga bencana alam. Dengan mayoritas penelitian berlatar ekowisata ini, kita berharap ke depan WaRC dapat menjadi centre of excellent riset berlatar ekowisata sebagaimana yang telah kita rintis sejak tiga tahun lalu," katanya. Menurutnya, keilmuan ekowisata penting digarap serius, terlebih bagi Bali yang merupakan daerah pariwisata. "Riset-riset ini kita harap dapat melahirkan kajian yang baik, dengan metode dan tema yang selaras," ucapnya.

Ia menambahkan, sebagai keseriusan pihaknya menggerap sektor tersebut, pada tahun ini lembaganya menyediakan dana hibah sebesar Rp 1 miliar. Hanya saja, hibah itu diakui belum habis terserap. "Sisanya biasanya kita gunakan untuk biaya riset internal oleh WaRC, pelatihan, diskusi, dan sebagainya," tambahnya. Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK., menyambut gembira 16 proposal penelitian yang berhasil lolos di WaRC. Meski kemudian, peningkatan penelitian para dosen, baik secara kualitas maupun kuantitas harus terus dilakukan guna menunjang kualitas dari institusinya sendiri.

"WaRC ada untuk membantu meningkatkan kegiatan penelitian di Unwar. Secara organisasi, WaRC ini ada di yayasan, tapi dalam praktiknya adalah badan yang diharapkan membantu pusat penelitian di Unwar," katanya. Sejak ada WaRC, ia mengaku jumlah penelitian di institusinya meningkat tajam. Tren ini baik, sebagai ajang pembuktian kualitas Unwar yang dapat bersaing sebagai institusi pendidikan berkualitas.

"Sekarang jumlah penelitian kita sangat banyak, sehingga menempatkan lembaga sebagai universitas klaster utama di tingkat nasional. Ke depan saya terus dorong para dosen untuk meningkatkan produktivitas penelitian. Tidak saja menggaet dana yang disiapkan di dalam, tetapi juga dana-dana penelitian di luar institusi, misalnya dari Dikti maupun dana-dana hibah lainnya, baik nasional maupun internasional," jelasnya.

Hal senada dinyatakan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali, Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. ia mengingatkan bahwa penelitian adalah salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yang keberadaannya wajib ada dan ditingkatkan secara kualitas. Penelitian, dapat tetap dipegang sebagai roh dari dosen dan kampus, sehingga dapat berkontribusi pada masyarakat luas.

"Kami mendorong Tri Dharma itu berjalan sejalan, sehingga Unwar bisa menjelma jadi lembaga yang bermutu, berwawasan ekowisata, go global sesuai dengan visi kami. Oleh karenanya, tenaga pendidikan harus bersama menjaga mutu. Dalam hal ink, saya harapkan WaRC dapat angkat penelitian Unwar. WaRC dapat turut memfasilitasi 'menggedor' dana-dana dari luar untuk dosen. Untuk itulah ada ruang luas yang kita buka, tidak hanya melalui Lemlit (Lembaga Penelitian) tapi juga via WaRC," pungkasnya.

Humas Unwar Melaporkan



BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA