Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Mambal

Oleh : | Jumat, 30 April 2021 | Dibaca : 24 Pengunjung

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa Gelar Pengabdian Kepada Masyarakat di Desa Mambal

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat dengan mengusung tema “Konservasi Bahasa Bali pada Istilah-Istilah Kersubakan di Desa Mambal” pada Jumat, 30 April 2021 bertempat di Wantilan Subak Mambal. Ketua Tim PKM Unwar Dr. Mirsa Umiyati, S.S., M.Hum., mengatakan kegiatan PKM ini mengambil tema Konservasi Bahasa Bali pada Istilah-Istilah Kersubakan di Desa Mambal karena saat pihaknya melakukan FGD pertama kalinya menemukan masalah mitra yaitu minimnya kesadaran warga akan pentingana aktivitas kersubakan serta minimnya kesadaran warga untuk melestarikan istilah-istilah tersebut. Dan permaalah mitra yang paling signifikan adalah para generasi muda sudah tergerus arus untuk tidak lagi melakukan aktivitas kersubakan bahkan tidak mengetahui istilah-istilah kersubakan tersebut. Pihaknya selanjutnya melakukan wawancara kepada para pelaku dan pengurus Subak Mambal sehingga tim PKM mendapatkan sejumlah leksikon yang akhirnya tim PKM dokumentasikan. Ia mengaku timnya menemukan 116 leksikon yang didokumentasikan baik dalam bentuk kamus fisik maupun dalam bentuk digital. Ini dilakukan untuk ruang yang bagus untuk mentransfer teknologi generasi muda yang ada di subak Mambal ini bagaimana untuk melakukan konversi bahasa melalui software linguistik sehingga istilah-istilah kersubakan itu bisa didokumentasikan secara digital.

Dan dikatakan kegiatan pengabsdian ini juga merupakan hal yang baik untuk mengintegrasikan PKM ini ke dalam mata ajar di Prodi Magister Ilmu Linguistik (MIL) Unwar. Selanjutnya tim PKM Unwar akan menyerahkan secara langsung kamus ini kepada para pengurus subak dengan harapan kegiatan ini bermanfaat untuk melestarikan istilah-istilah kersubakan. Ia mengaku kegiatan ini dilaksanakan selama 5 bulan secara bertahap mulai dari sosialisasi awal, mencari data, memproses data, dan mahasiswa juga terlibat dalam rentan waktu tersebut sampai akhirnya terwujud kamus secara fisik dan digital dari istilah-istilah kersubakan. “Perlu saya tambahkan disini signifikasi atau pentingnya dari kegiatan ini adalah ketika kita mendokumentasikan dan melestarikan istilah-istilah kersubakan khusunya di subak Mambal ini, kita tidak saja melestarikan leksikon-leksikon itu saja namun dengan melakukan pendokumentasian istilah-istilah tersebut kita akan melestarikan budaya kersubakan yang terkait di dalamnya, adat, norma serta nilai-nilai lain khususnya makna filosofi kuat yang terkandung dalam setiap kegiatan kersubakan khususnya di Desa Mambal”, pungkasnya.

Pekaseh Subak Mambal Gusti Putu Adnyana mengucapkan terimakasih kepada tim PKM Unwar atas waktu yang telah diluangkan untuk membangkitkan kembali istilah-istilah yang ada dalam kersubakan. Karena menurutnya ini sangatlah penting untuk melestarikan subak yang ada di seluruh Bali khususnya di daerah Mambal. Disamping itu, arus globalisasi yang ada saat ini anak-anak muda yang ingin terjun ke pertanian lebih banyak lupa akan istilah-istilah yang ada di kersubakan, oleh karena itu dengan adanya buku tentang istilah-istilah kersubakan yang akan diterbitkan oleh tim PKM Unwar ini akan mengingatkan kembali baik para petani yang ada di subak Mambal maupun para kawula muda yang ingin terjun ke pertanian.

Mahasiswa Prodi MIL Unwar Kiki Nurwahyuni mengatakan dalam kegiatan PKM ini mahasiswa berperan sebagai jembatan atau ruang untuk mengedukasi masyarakat di Desa Mambal khususnya para generasi muda. Ia mengaku mengambil jurusan linguistik atau yang berhubungan dengan kebahasaan jadi salah satu ilmu yang ia tekuni ini akan digunakan untuk mengajarkan atau mengalirkan ilmu tersebut kepada masayarakat di desa Mambal khususnya yang bekaitan dengan Ekolinguistik. Ekolinguistik merupakan salah satu mata kuliah yang adi di Prodi Magister Ilmu Linguistik (MIL) Unwar dimana pada PKM ini ia akan memaparkan beberapa leksikon-leksikon terkait kebahasaan dan hubungannya dengan lingkungan. Masyarakat di desa Mambal dikatakan memberikan tanggapan yang sangat baik karena menurut mereka dengan adanya PKM ini mampu menjadi salah satu jembatan untuk melestarikan bahasa daerah Bali.

Humas Unwar Melaporkan



BERITA LAINNYA

LIHAT ARSIP BERITA LAINNYA