Penelitian

Teknologi Tepat Guna Dapat Mencegah Keracunan

akibat Mengonsumsi Ikan

Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P.
HP 081 236 87927

KASUS keracunan akibat mengonsumsi ikan masih sering terjadi. Untuk itu upaya penanganan ikan tongkol selama penyimpanan dengan penerapan teknologi tepat guna berupa penyiangan isi perut dan insang serta penyimpanan pada suhu rendah dengan menambah hancuran es perlu dilakukan. ”Teknologi tepat guna ini sangat mudah untuk diterapkan oleh nelayan, pengolah ikan, pedagang ikan dan konsumen sehingga dapat menghambat perkembangbiakan bakteri pembentuk histamin,” demikian dikatakan Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P.

Suranaya Pandit berhasil menyelesaikan disertasi berjudul ”Peningkatan Keamanan Ikan Tongkol dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna Ditinjau dari Mutu Kimiawi, Mikrobilogis dan Organoleptik” dalam waktu 3 tahun 1 bulan di depan tim penguji dalam sidang khusus pada ujian terbuka promosi doktor Program Pascasarjana Universitas Udayana. Dan, telah dinyatakan lulus dengan sangat memuaskan.

Dengan demikian hasil penelitian Suranaya Pandit, M.P. yang merupakan staf pengajar di Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa sangat bermanfaat bagi nelayan, pengolah, pedagang, dan konsumen ikan, serta pengambil kebijakan dalam rangka mencegah keracunan histamin.

Suranaya khawatir jika ikan dibiarkan akan terjadi proses penurunan mutu, menjadi tidak segar lagi dan jika dikonsumsi akan menimbulkan keracunan. Keracunan ini disebabkan oleh kontaminasi bakteri pathogen seperti Morganella morganii, Plesiomonas shigelloides, Pseudomona fluorescens, Vibrio, famili Enterobacteriacea seperti Escherichia coli, Salmonella, Shigella Citrobacter, Enterobacter, Hafnia, Klebsiella, Serratia Proteus, dan lain-lain.

Salah satu jenis keracunan yang sering terjadi akibat mengonsumsi ikan adalah keracunan histamin (Scombroid atau Histamine fish poisoning) karena jenis ikan di atas mengandung asam amino histidin yang oleh bakteri dan enzim histidin dekarboksilase menghasilkan toksin histamin yang merupakan eksotoksin yang stabil tidak rusak oleh pemanasan, pendinginan, perebusan ataupun pengasapan.

Secara organoleptik, katanya, dengan menggunakan panca indra ibu rumah tangga dapat memilih ikan tongkol atau ikan sejenisnya yang masih dikategorikan segar dan aman untuk dikonsumsi. Aman tidaknya ikan-ikan bisa dikonsumsi biasanya diketahui dengan kriteria kenampakan yang sangat cemerlang berkilauan sampai mulai kurang cemerlang, bola mata yang cembung sampai agak cembung, bau amis ikan segar sampai bau amis hampir netral dan tekstur sangat elastis sampai agak mulai kurang elastis. (r/*)

HIBRIDISASI DAN DEFISIT DEMOKRASI DALAM PILKADA BALI

Wayan Gede Suacana

Universitas Warmadewa

ABSTRAK

Sebagai manifestasi sebuah hajatan demokrasi prosedural, Pilkada Bali cukup diwarnai fenomena deideologisasi dan hibridisasi pasangan kandidat gubernur dan wakilnya. Berbagai problema masih tampak karena defisit demokrasi dan tak terpenuhinya hak-hak masyarakat sipil. Tetapi, walau tidak ada jaminan bahwa melalui demokrasi ala pilkada itu segala sesuatunya akan menjadi lebih baik, tetapi sebagaimana pandangan Churchill, demokrasi masih dianggap salah satu public virtue, karena belum ada alternatif lain yang lebih baik. Paling tidak ada harapan bahwa dengan pilkada Bali yang kali pertama diadakan secara langsung akan bisa lebih memperkuat legitimasi demokrasi lokal.

Kata-kata kunci: sosial politik, demokrasi lokal, pilkada

Naskah Selengkapnya hubungi : I Wayan Gede Suacana” iwayangedesuacana@gmail.com

artikel 2

PROBLEMA SOSIAL DALAM MASYARAKAT

MULTIKULTURAL DI BALI

Wayan Gede Suacana

ABSTRACT

The condition of Bali’s multicultural society is not always condusive in developing tolerance and democration. Segmentation, fragmentation and social polarization are high enough to create new conflict. This shows that an effort to actualize common sense of tolerance of in the live society is a must. The are two methods to create the tolerance in the society. Firstly, an interpersonal methode, that is by carrying all of Bali’s society to participate and make the latent conflict potention can not be able to and secondly, personal methode, by increasing tolerance and create a balance personality and developing self consciousness.

Key Words: multicultural society, social differentiation, tolerance, and conflict management

TENTANG PENULIS

Wayan Gede Suacana lahir di Penestanan Ubud, 5 Agustus 1966 adalah dosen Jurusan Ilmu Pemerintahan Fisipol Universitas Warmadewa. Tamat S1 Pemerintahan Fisipol UGM (1990); S2 Administrasi Negara UGM (1997) dan S3 Kajian Budaya Unud (2008). Aktif di Yayasan Tri Hita Karana Bali, Pusat Kajian Hindu (The Hindu Centre), Yayasan Manikaya Kauci, The Bali Saraswati Foundation Denpasar dan Strategic Transformation Institute (STI) Yogyakarta. Buku yang telah dipublikasikan: Aspek-aspek Pembangunan Sosial Politik (BKFI, 1999), Sikap Politik Masyarakat Bali Aga (BKFI Denpasar, 1995), Eksistensi Desa Pakraman di Bali (Editor, YTHKB Denpasar, 2001, 2003, 2008); Wacana Spiritual: Wejangan Orang-orang Suci Penegak Ajaran Weda (Paramitha Surabaya, 2005) dan Bali Bangkit Bali Kembali (Kontributor, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI dan Universitas Udayana, Jakarta, 2006).

Alamat E-mailnya: iwayangedesuacana@gmail.com

artikel 3

PROBLEMA SOSIAL DALAM MASYARAKAT

MULTIKULTURAL DI BALI

Wayan Gede Suacana

ABSTRACT

The condition of Bali’s multicultural society is not always condusive in developing tolerance and democration. Segmentation, fragmentation and social polarization are high enough to create new conflict. This shows that an effort to actualize common sense of tolerance of in the live society is a must. The are two methods to create the tolerance in the society. Firstly, an interpersonal methode, that is by carrying all of Bali’s society to participate and make the latent conflict potention can not be able to and secondly, personal methode, by increasing tolerance and create a balance personality and developing self consciousness.

Key Words: multicultural society, social differentiation, tolerance, and conflict management
Alamat E-mailnya: iwayangedesuacana@gmail.com

artikel4

Memahami Variabel, Difinisi Operasional,Kerangka Pemikiran Dan Disain Penelitian

Oleh :

I Made Artawan

Dosen Pengajar pada Fakultas Ekonomi Unwar

Pendahuluan
Kegiatan penelitian merupakan salah satu kegiatan yang bersifat ilmiah, disebut demikian karena dalam proses pembuatan maupun penyampaiannya memiliki perbedaan yang sangat nyata dengan bentuk tulisan-tulisan yang lain, seperti novel, puisi dan cerita. Perbedaan ini tampak pada proses pembuatannya yang didasarkan pada metodologi maupun teori yang ada sehingga tidak dapat dilaksanakan dan bibuat secara sembarangan.Disamping itu penelitian ilmiah mempunyai tujuan yang jelas, yang nantinya dapat bermanfaat sebagai bahan kajian tentang suatu hal dan yang paling utama adalah sebagai acuan dalam pengambilan keputusan baik untuk kepentingan publik atau pemerintah maupun pihak swasta atau perusahaan.
Ketika memulai penelitian, peneliti biasanya memerlukan dukungan atau sponsor dari pihak tertentu. Mahasiswa yang akan membuat tugas akhir memerlukan seorang dosen sebagai pembimbingnya. Dalam rangka inilah penulis mencoba memberikan gambaran tentang variabel, definisi operasional, kerangka pemikiran dan disain penelitian dengan harapan agar kita mempunyai keseragaman berpikir dalam memahami hal tersebut.

artikel selengkapnya kirim emil ke : artawan1966@yahoo.com