• Selamat Datang di Website Resmi Universitas Warmadewa - Bermutu, Berintegritas dan Berwawasan Lingkungan Kepariwisataan - Jalan Terompong 24 Tanjung Bungkak, Denpasar, Bali, Indonesia - Email : info@warmadewa.ac.id - Telp. 0361-223858 - Fax. 0361-235073

WORKSHOP KEKAYAAN INTELEKTUAL

  • 04 Juni 2018
  • 95 Pengunjung
WORKSHOP KEKAYAAN INTELEKTUAL

Program Pascasarjana Universitas Warmadewa bersama Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Bali menyelenggrakan  Workshop Kekayaan Intelektual "Pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di Wilayah Bali" pada hari Senin, 4 Juni 2018 di Ruang 307 Gedung PPs Unwar. Acara dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM Wil. Bali, Ketua Yayasan Kesejahteraa Korpri Propinsi Bali, Rektor Universitas Warmadewa, WR I, WR II, WR III Unwar, Lemlit, BPM, Direktur PPs Unwar berserta Sekretaris, Dekan Fakultas dilingkungan Unwar, Prodi dan Sekprodi dilingkungan PPs Unwar, Dosen dilingkungan PPs Unwar, dan Mahasiswa PPs Unwar.

Dalam sambutannya Rektor Unwar menjelaskan bahwa HKI (Hak Kekayaan Intelektual) masih menjadi problem di Universitas Warmadewa. Sampai saat ini proporsi kepemilikin HKI di Unwar masih kecil. Hal ini juga akan berpengaruh dalam meningkat status prodi dan institusi. Harapannya worshop kali ini memberikan pencerahan tentang HKI guna meningkatkan status akreditasi. Status akreditasi semakin hari semakin penting dalam meningktakan aksebilitas institusi sehingga mampu memberikan keyakinan kepada stake holder untuk memilih Unwar dalam melanjutkan pendidikan. Dengan acara ini memebrikan inspirasi untuk kekayaan intelektualnya semakin bertambah.

Dalam sambutannya Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali menyampaikan bahwa acara ini merupakan acara penting karena terkait dengan hal yang strategis yakni kekayaan intelektual yng dimiliki Unwar. Unwar banyak memiliki karya besar yang selama ini hanya berhenti pada hasil karya dan lupa untuk mengurus hak-hak kekayaan intelektualnya. Saat ini negara lain diluar sibuk mengurus HKI tanpa mampu berkarya. Sebaliknya Indonesia, terus berkarya tetapi tidak mengurus HKI. Oleh karena itu takutnya nanti, masyarakat indonesia akan menyewa karya yang telah dibuatnya sendiri karena sudah dipatenkan oleh negara lain. Untuk di Unwar seharusnya ada bagian yang memfasilitasi dalam mengurus pembuatan HKI. Banyak hasil karya di Unwar yang belum memiliki HKI seperti penelitian dosen, bahkan sikripsi mahasiswa dengan pembaruan yang berkualitas dapat dibuatkan HKI.

Kepala Bidang Pelayanan Hukum, I Ketut Sadi, S.H dalam sambutannya menjelaskan bahwa saat ini Bali berada di peringkat 3 untuk HKI di Indonesia. Untuk di Bali banyak produk yang dapat dipatenkan seperti Kopi Kintamani, Salak Amed (gula pasir), Jagung Putih, dan beberapa perhiasan di Celuk, Sukawati. Namun ada beberapa masalah dalam mempatenkan produk tersebut seperti beberapa karya Perak Celuk yang sudah terlebih dipatenkan oleh orang asing, Kopi Kintamani yang diimpor keluar tetapi dicampur dengan kopi lain sehingga mengecewakan konsumen di luar negeri. Oleh karena itu beberapa karya tulis dosen itu bisa didaftarkan agar memiliki HKI. Untuk HKI saat ini sudah dapat diurus secara online tanpa harus ke kantor kementerian terkait.

Workshop membahas tentang "Pembentukan sentra HKI di kab dan kota se Bali" yang dibawakan oleh I Wayan Adhi Karmayana SH, MH, Kasub. Pelayanan AHU dan HKI Kemem yang dimoderatori oleh I Ketut Sadi, SH. Materi yang dibawakan terkait tentang : Hubungan antara perlindunga KI dengan pembangunan di bidang ekenomi, Manfaat perlindungan HKI, Peran kanwil Kemenkumham dalam mendaftarkan HKI, Penjelasan tentang Hak Paten, Cakupan perlidungan HKI terhadap beberapa jenis karya, dan Adiministrasi dalam mendaftarkan HKI.


Humas BAPPSIK Melaporkan.

  • 04 Juni 2018
  • 95 Pengunjung

Lainnya

Pencarian