Unwar Gelar Temu Wirasa dengan Sesepuh dan Penglingsir

Ceria dan penuh tawa. Itulah kesan mendalam yang muncul ketika jajaran Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali dan Universitas Warmadewa (Unwar) mengadakan temu wirasa dengan para sesepuh dan penglingsir yang membesarkan Unwar. Pertemuan Kamis (15/9) kemarin lebih kental dengan nuansa nostalgia.

Rektor Unwar Prof. Made Sukarsa sengaja mengundang para sesepuh ini untuk mengingatkan jajaran Unwar atas jasa sesepuh dan penglingsir Unwar. Mereka berjasa dalam mengembangkan Unwar sejak 27 tahun lalu, baik dari petugas membawa surat hingga mantan gubernur.

Prof. Sukarsa sebagai rektor ketujuh mengatakan jika kita mengerjakan sawah, mereka ini tukang bagal, yang pertama mengerjakan tanah Unwar. Yang menarik sebagian pinisepuh Unwar ini banyak yang menjadi sulinggih di antaranya Prof. Ketut Rika yang kini madwijati menjadi Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putera. Sukarsa mengakui dalam usia ke-27 Unwar mohon doa restu dari pinisepuh ini yang dikenal sangat mranen (ampuh) dan membuka lebar jalan agar Unwar bisa mencapai cita-citanya sesuai semangat Sri Kesari Warmadewa. ”Dengan doa restu itu, kami di Unwar tak sampai kena alpaka guru,” ujarnya.

Hadir pada acara temu wirasa kemarin mantan Gubernur Bali yang juga Ketua Pembina Yayasan dan mantan Dekan FISIP Dewa Made Beratha. Mantan pembina Drs. Nyoman Yasa, yang juga mantan PD I FISIP. Juga hadir Nyonya I.B. Mantra, keluarga Sembah Subhakti dan sejumlah mantan dekan. Juga diundang Gusti Gede Raka (KTU pertama), Gusti Made Adiputra (kesekretariatan), mantan Dekan Faksas Made Sutaba dan Gusti Lanang Oka.

Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurthi, M.Si. menyebut temu wirasa ini juga bagian dari generasi muda Unwar tak lupa dengan kawitan atau pendiri. Acara yang baru kali pertama dilakukan itu juga mengingatkan empat komponen tiap kita berulang tahun. Pertama, orangtua yang melahirkan, eling dengan leluhur. Mereka ini adalah generasi penggagas, sumber pertama dan utama. Kedua, eling dengan Tuhan, saudara, baru diri kita sendiri. Ini semua dilakukan untuk mendapatkan arahan guna memantapkan kebangkitan kedua Unwar. ”Tugas kami membesarkan yang sudah besar lewat master plan Unwar,” ujarnya.

Dewa Made Beratha, Nyonya I.B. Mantra, I.B. Pandjaya dan Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putera mengakui kemajuan Unwar sangat luar biasa. Apalagi FK kini menjadi jantungnya Unwar. Tinggal Unwar memperbaiki diri ke dalam, agar tak sampai lupa jika sudah berada di atas angin. ”Saya juga senang bisa bertemu dengan teman-teman lama,” ujar Pandita. (025)

About webmaster