Sentral Komunitas Mahasiswa (Sekom) Universitas Warmadewa (Unwar), sabtu (29/10/2011) menggelar seminar nasional bertema “Revitalisasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” Menghadirkan pembicara Prof. Dr. Burham Djabir Magenda, Ph.D., Dr. Ir. Siswono Yudohusudo, dan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali (YKPPB) Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Ketua Presidium Sekom Unwar I Made Wimas Candranegara dan Sekjen Sekom I.B. Subrahmaniam Saitya mengatakan globalisasi bisa berdampak negatif namun juga merangsang kreativitas. Pancasila menjadi materi penting dibahas dikalangan remaja dan mahasiswa. Banyak pihak yang ingin mengubah dan meragukan keberadaan Pancasila. Bahkan ia khawatir tidak semua WNI mengetahui kelima sila Pancasila.
Seminar diikuti 350 peserta di buka Rektor Prof. Made Sukarsa. Dia menyambut baik agenda untuk menambah iklim akademik di Unwar. Diharapkan ilmu ini ditransfer kepada mahasiswa kemudian diimplementasikan di tengah kegalauan akan moralitas dan negara kesatuan.
Diacara yang dipandu oleh I Made Suantina (dosen Fisip), Wisnumurti mengatakan pascareformasi Pancasila tidak terdengarlagi. Hasil survei BPS 2011 menunjukkan permasalahan seperti tawuran pelajar, konflik antar kelompok, antar umat beragama berdampak kurangnya pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Makanya dipandang penting nilai Pancasila teus diaktualisasikan. Ini juga warisan orba yang memistifikasi Pancasila ujarnya.
Siswono membenarkan kesadaran berbangsa majemuk makin melemah. Manifestasinya muncul dalam bentuk separatisme, bentrok fisik berlatar belakang SARA, promordial sempit dan sektarian ekstremyang fanatik.DPRD di daerah, kata dia, menetapkan perda yang mengancam harmoni masyarakat yang beragam.
Melemah, Kesadaran Berbangsa Majemuk
– November 2, 2011Posted in: Sekilas Info

Melemah, Kesadaran Berbangsa Majemuk http://t.co/QCSAATGp