Universitas Warmadewa sebagai perguruan tinggi dengan motto sevaka negara memiliki peranan dan tanggung jawab moral untuk ikut serta mewujudkan integritas di dalam masyarakat. Hal itu disampaikan oleh Rektor Unwar Prof. Dr. I Made Sukarsa, SE.,MS. Rabu 3/11 kemarin menjelang pelaksanaan ToT Pengajaran Integritas di Perguruan Tinggi dalam Jaringan Public Integritiy Education Network (PIEN) di Unwar yang dimulai hari ini hingga esok. Kegiatan ini dilaksanakan atas kerjasama Universitas Warmadewa, Universitas Paramadina dan PIEN. PIEN adalah program jaringan akademisi berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang memfokuskan kegiatannya pada integrasi isu integritas di perguruan tinggi yang difasilitasi oleh Tiri Making Integrity Work dan Kemitraan.
Menurutnya, Perguruan Tinggi dengan segala fasilitas dan sumber dayanya tentu dapat mengakselerasi peningkatan wawasan dan kepedulian, meluaskan wawasan dan keinginan belajar tentang integritas. Dosen sebagai pembimbing/fasilitator dalam proses belajar mengajar mutlak untuk mengetahui dan menerapkan bahan ajar tentang integritas lebih dahulu dibandingkan dengan mahasiswanya. Perilaku dosen yang berintegritas selain akan menjadi role model juga akan menjadikan proses mengajarkan integritas lebih lancar dan bermanfaat. ToT ini merupakan upaya Tiri dan jaringan PIEN untuk menyiapkan sumber daya manusia/ dosen yang selain mampu mengetahui, menerapkan integritas bagi dirinya sendiri juga dapat mengajarkan integritas kepada mahasiswanya.
Ketua pelaksana ToT Dr. Wayan Gede Suacana menyatakan bahwa Tiri telah menggariskan bahwa pemahaman integritas tidak cukup dibatasi pada ranah publik saja, atau juga tidak cukup dituntut untuk dimiliki oleh individu-individu yang memiliki tanggung jawab publik. Nilai ini seharusnya dibangun secara sistemik, sehingga setiap pemangku kepentingan pada berbagai level dan pada berbagai bidang (ekonomi, politik dan pemerintahan, sosial budaya) memiliki sensitivitas tinggi dalam menjadikan integritas sebagai landasan setiap keputusan. Upaya mengatasi korupsi menjadi penekanan untuk mendorong tata pemerintahan dengan mengawali pengarusutamaan integritas dalam berbagai level.
Teknik mengajar bukan fokus pada ToT ini, akan tetapi fokusnya ada pada peningkatan pemahaman para dosen/pengajar tentang makna integritas, mengidentifikasi tantangan integritas, menghindari jebakan integritas disekitar kita, menjadi role model bagi mahasiswa dan membantu memecahkan dilema integritas dalam kehidupan sehari-hari. Peserta ToT berjumlah 35 orang dosen perguruan tinggi dalam Jaringan PIEN tingkat region 4 Jawa-Bali, yaitu UPN Veteran Surabaya, IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Udayana dan Universitas Warmadewa.
Setelah ToT akan dilanjutkan dengan Rapat Tahunan Koordinasi Nasional PIEN yang akan dihadiri oleh dosen yang berasal dari 4 region di Indonesia. Rapat tahunan diadakan di Univ. Katolik Parahyangan Bandung, 24-25 November 2010. Tujuannya untuk menerapkan integritas, menguatkan spirit anti korupsi dan sekaligus menjadi ajang berbagai pengalaman dan pengetahuan dalam hal pelaksanaan dan perumusan bahan ajar yang bertemakan integritas dan anti korupsi di universitas.
