SEMINAR NASIONAL DALAM RANGKA WISUDA SARJANA KE-42 DAN DIES NATALIS KE-26 MENUJU KEBANGKITAN KEDUA UNIVERSITAS WARMADEWA

Hidup dan kehidupan mesti terus berjalan, bukan hanya untuk generasi hari ini melainkan untuk generasi mendatang dan seterusnya. Pembangunan haruslah berkelanjutan dan menjamin bahwa kehidupan generasi mendatang pasti terjamin, sehingga generasi yang hidup sekarang bukanlah ancaman bagi generasi berikutnya. Perhatian terhadap lingkungan hidup menjadi sangat penting, karena dalam kegiatan-kegiatan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam, seringkali menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan.

Banyak faktor yang menjadi penyebab meningkatnya kasus perusakan lingkungan dan penurunan daya dukung lingkungan, di antaranya diakibatkan oleh laju pertumbuhan penduduk, pembangunan infrastruktur, aktivitas industri, eksploitasi sumberdaya mineral, limbah domestik, serta teknologi yang tidak ramah lingkungan terus berjalan, pola kehidupan yang konsumtif, lemahnya penegakan hukum, serta belum optimalnya kapasitas sumber daya manusia dalam menegakkan aturan main yang ada. Semua itu dapat meningkatkan kerusakan lingkungan hidup seperti pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup semakin meluas. Tingkat pencemaran yang tinggi akan dapat mengganggu ekosistem dan keanekaragaman hayati yang dapat menurunkan daya dukung dan daya tampung lingkungan dalam mendukung program-program pembangunan.

Akibat dari kerusakan lingkungan hidup juga menyebabkan terjadinya masalah perubahan iklim yang bisa berdampak sangat buruk. Indonesia sebagai negara tropis dan kepulauan, dikategorikan sebagai salah satu negara yang rentan terhadap perubahan iklim. Dampak perubahan iklim sudah menjadi ancaman yang cukup serius bagi lingkungan. Tanda-tanda dari dampak perubahan iklim dapat dilihat dari adanya kenaikan temperatur udara, perubahan curah hujan, kenaikan permukaan air laut, dan perubahan musim yang ekstrim. Kondisi ini menyebabkan terjadinya bencana kekeringan, banjir, longsor, dan bencana alam lainnya

Seminar ini bertujuan:

  1. Untuk mengetahui berbagai tantangan ke depan yang dihadapi Bali dalam penataan ruang dan lingkungan hidup.
  2. Untuk mengetahui strategi maupun kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup menuju Bali yang bersih dan hijau.
  3. Untuk menemukan cara membangun budaya bersih masyarakat melalui reaktualisasi Tri Hita Karana dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk mewujudkan Bali yang bersih dan hijau.
  4. Untuk memotret berbagai tantangan dan dinamika dalam penegakan instrumen hukum pengelolaan lingkungan hidup menuju Bali yang bersih dan hijau.
  5. Untuk memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah maupun masyarakat luas berkaitan dengan pentingnya implementasi nilai Tri Hita Karana secara konsisten dalam rangka mewujudkan Bali Clean and Green.

TOPIK DAN PEMBICARA

  1. Tantangan ke depan dan urgensi Tri Hita Karana dalam penataan ruang dan lingkungan hidup di Bali, dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Runa, M.T.
  2. Kebijakan Pemerintah Provinsi Bali dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup menuju Bali yang bersih dan hijau, dibawakan oleh Drs. I Ketut Canang, M.Si. – Kepala Badan Perencanaa Pembangunan Daerah (Bapeda) Provinsi Bali .
  3. Reaktualisasi Tri Hita Karana dalam pengelolaan lingkungan hidup untuk membangun budaya bersih dalam mewujudkan Bali yang bersih dan hijau, dibawakan oleh Prof. Ir. Sudiana Mahendra., M.App.Sc., PhD. (Guru Besar Fakultas Pertanian Unud)
  4. Tantangan dan dinamika dalam penegakan instrumen hukum pengelolaan lingkungan hidup menuju Bali yang bersih dan hijau, dibawakan oleh Prof. Dr. I Nyoman Nurjaya, S.H., M.H.

PESERTA SEMINAR
Peserta seminar yang akan diundang sebanyak 150 orang, berasal dari kalangan instansi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, DPRD Provinsi dan kabupaten/kota, instansi vertikal, perguruan tinggi, sekolah SMA dan SMP, Tokoh Adat dan Agama, LSM, partai politik, media massa, dan masyarakat umum lainnya.

PELAKSANAAN
Hari/Tanggal : Selasa / 7 September 2010
Waktu : Pk. 09.00 – 13.00 Wita.

About webmaster