Mood Beauty Drink Mood Beauty Drink, Dr. I Nyoman Artha

Tak dapat dipungkiri cantik adalah idaman setiap wanita, tak memandang kaya ataupun miskin, di kota ataupun di desa; pendeknya dipermukaan bumi ini, cantik adalah sebuah harga diri. Perubahan perilaku & emansipasi wanita secara perlahan, telah membawa wanita pada posisi sebagai pengambil keputusan utama di dalam berbelanja. Di negara maju, data shopper trend 2010 menunjukkan bahwa produk-produk kecantikan menempati posisi utama dalam melengkapi kebutuhan wanita (facebooker/flixter community, 2010). Di Indonesia, kebutuhan akan produk kecantikan telah menempati posisi fanatik di urutan kedua, setelah kebutuhan akan bahan pangan (beras, kopi, teh, gula, mie).

Data monitor, 2009 menunjukkan bahwa wanita di dunia mengekpresikan “cantik” sebagai kebutuhan. Lebih lanjut cantik dimaknai dengan skala prioritas yaitu : kecantikan kulit, rambut, body dan penampilan. Dalam top beauty 2010 ada penambahan attitude katagori cantik yang disebut “Mood Beauty”. Fenomena evolusi peradaban menuju satu kata yang bermakna “cantik” telah berpengaruh siginifican pada dunia ilmu pangan, karena cantik pasti berawal dari keseimbangan pola makan, makanan yang dikonsumsi serta nutrition value yang di intake kedalam kehidupan sehari-hari. Fokus perhatian para pakar kecantikan dan ahli pangan telah melahirkan satu bidang kajian baru yang disebut sebagai Cosmeceuticals Foods yang membidangi fitofarmaka, fitonutrien, makanan/minuman kosmetik, functional/Foshu drink maupun healthy drink . Bidang ini sangat berbeda dengan bidang kosmetika lain yang bersifat ; topical, intra seluler/suntik, tablet oral, jamu, ataupun surgery. Berkembangnya Ilmu pangan menuju Pharma foods dan Cosmeceuticals foods (Journal Food Industry, April 2010) telah menyebabkan bidang ilmu pangan sebelumnya menjadi bidang yang bersifat konvensional, oleh karena itu komunitas pakar pangan wajib meng-update kepakarannya mengikuti perkembangan pasar & saint.

Di Indonesia, hampir semua keluarga mempunyai warisan leluhur untuk mempercantik dirinya. Traditional beauty berawal dari kekaguman wanita akan etos kecantikan putri keraton. Perilaku kecantikan seorang putri ini telah berjasa besar terhadap perkembangan industri jamu nasional (Mustika ratu, Jago, Marta Tilaar dll). 5 tahun belakangan, etos penggalian sumber kecantikan dari negeri timur termasuk Indonesia menjadi perhatian super model internasional. Upaya untuk lebih cantik alami sempat menjadi issue global; namun seperti halnya konsep kecantikan, makanan, supplemen, dan konsep lainnya; trend beauty modern selalu mempunyai pangsa pasar lebih besar dari traditional beauty. Oleh karenanya perusahaan besar seperti Shiseido (japan), Lancome, Lauvree (Paris), Adjinomoto telah menjalin kemitraan dengan perusahaan minuman terbesar dunia seperti Coca Cola, Nestle, Pepsi Cola meluncurkan produk makanan dan minuman cosmeceuticals. Kerja sama ini menjadi bukti riil pergeseran ilmu pangan dan farmasi membentuk bidang link antara science & industry yang diyakini akan menghasilkan banyak uang bagi kalangan professional.

Munculnya bidang ini telah menyebabkan perkembanganbeverages research dan apllication tidak saja menuju basic science contemporer kearah bioactive ingredient namun juga menukik pada 3 attribute aplikasi, yaitu pleasure, function dan Convenience. Ketiga attribut ini dikalangan praktisi minuman disebut dengan “trilogi beverages” yang menjadi dasar dari “what does the consumer want & what the reason why consumer buying the beverages?”. Hal ini penting untuk menjaga sustainability industry dan perkembangan saint. Konsep trilogy beverages telah diterjemahkan oleh ahli marketing dibidang fast moving consumer Good (FMCG) kedalam architectural product market berupa main jobs & competitiveness beverage functions as to: improve me, lift me up, excite me, recharge me, sustaine me, rehydrate me, equipt me, fix me and detoxify me. Main job inilah dijadikan segmentation market and how to distribute and penetrate the market FMCG needs. Tentu saja segmentasi market tidak terbatas pada beverages main jobs, namun juga berhubungan dengan stage of human life.

Berkembangnya cabang ilmu pangan kearah cosmeceuticals drink telah melahirkan aktif ingredien berupa CoQ10, AHA, Collagen, proantocyanidin, powerfull antioxidant (Goji/Acai), megadosis ingredien dll. Bidang ini sudah tentu juga dilandasi dengan meningkatnya kualitas ingredien dari technical geade menuju food & Pharma grade yang wajib didasari dengan efficacy & Clinical approval. Untuk parameter Efficacy & Clinical approval merupakan teknik pembuktian yang tidak pernah dikenal dalam sejarah ilmu pangan.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, skin beauty, hair beauty, slim beauty adalah topic kajian masa lalu yang diikuti dengan topik terbaru berupa Mood beauty. Mood beauty adalah advance cosmeceutical drink yang digali dari konsep yang telah lama terpendam dalam kasanah budaya piraun dan budaya timur. Mood beauty drink adalah sebuah konsep kecantikan yang didasari dengan kenyataan bahwa “cantik” tidak terbatas pada kalangan orang kaya berduit, yang bisa membeli dan menerapkan style apapun untuk mempercantik dirinya. Namun jauh lebih mendasar dari semua itu cantik bisa berawal dari ranjang. Karena dalam stage oh human life wanita menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berada ditempat tidur. Maksudnya adalah kecantikan berawal dari kualitas tidur manusia. Konsep Mood Beauty didasari oleh kenyataan bahwa kecantikan bersifat inner beauty, yaitu dimulai dari bagaimana menciptakan ketenangan di dalam diri sendiri. Secara neurology, ketenangan akan muncul apabila otak memancarkan gelombang alpha lebih banyak dari gelombang beta, gamma dan teta. Gelombang ini dipengaruhi oleh kerja neurotransmitter otak kita yang didominasi oleh neurotransmitter GABA.

Secara ilmu pangan traditional, banyak tanaman tropis yang diklaim mampu meningkatkan pancaran gelombang cantik (alpha brain wave) tersebut diantaranya adalah tanaman kava-kava, rice germ extract (benih padi), loloh kunyit-asem dan bioactive lainnya. Oleh karenanya mulailah membangun kecantikan (inner beuty) dari rumah tanggga kita, salah satunya adalah dengan menciptakan rasa tenang dengan meditasi, rajin bersembahyang karena pada saat sembahyang otak kita diarahkan menuju fokus gelombang kecantikan (alpha) melalui intrumentasi mantra trisandya, kidung warga sari, aroma terapi dupa, bahu segar buah-buahan, genta pendeta, serta siraman tirta yang senantiasa mengarahkan otak menuju ketenangan jasmani-rohani. Oleh karenanya setelah kita pulang dari pura dengan attribut bunga ditelinga dan wija didahi anda akan kelihatan jauh lebih cantik dan alami.

Sekian.
Nyoman Artha

Praktisi Pangan.

About webmaster