SPIRIT AGUNG – UNIVERSAL AJARAN GITOPANISHAD* Oleh : Kadek Yudhiantara**

Jul 30th, 2009 | By webmaster | Category: Artikel

I. BHAGAVAD GITA,”MONUMEN AGUNG AGAMA HINDU”

Salah seorang ahli dari Barat yang mendalami Bhagavat Gita, Dr. Thomas, menilai Bhagavat Gita sebagai “Monumen Agama Hindu yang paling kaya dan agung sampai masa kini.” (T.L.Vasvani, Bhagavad Gita, dalam Mohan M,S Shantigriya Pooja). Berbagai pujian tentang keistimewaan Bhagavad Gita,antara lain juga datang dari Wilhelm Von Humboldt,”… syair Gita yang amat indah itu barangkali satu satunya syair filsafat dalam segala bahasa di dunia. (Dr.Amir, dalam Bhagavad Gita,Amir Hamzah, Dian Rakyat 1992 : 8). Lebih lanjut, Dr.Amir (ibid: 9) mengatakan, “ Isi Bhagavad Gita adalah serba pelajaran filsafat,agama dan kebajikan (etik). Dalam Gita itu termaktub segala pusaka fikiran dan perasaan bangsa Arya di India semenjak jaman Veda,Upanishad,Buddhisme,Bhagavata,Samkhya dan Yoga.Pusaka itu amat popular,menarik hati untuk segenap rakyat “

Bhagavad Gita adalah kitab suci yang memiliki “Hari Ulang Tahun”,disebut Gita Jayanti yang dirayakan diseluruh India oleh semua pengagumnya pada hari ekadasi dari tengah bulan cerah,bulan margasirsa (Desember-Januari) menurut almanac Hindu (Sri Svami Sivananda,”Hari Raya & Puasa dalam Agama Hindu”,pen.Paramita-Surabaya,2002 ; 74)

Lahirnya Bhagavad Gita memiliki aspek histories dengan latar belakang yang unik (dalam suasana perang) dan tempat yang semakin jelas terungkap,dengan ditemukannya prasasti Aihole yang dikeluarkan Raja Puleskin II.Prasasti tersebut menunjukkan bahwa Mahabharatayuddha didalam mana Bhagavad Gita “lahir’,disebutkan berlangsung pada tahun 3.138 sebelum masehi. (Svami Gambirananda,dalam Dr.I M.Titib,”Itihasa dan Purana, sebagai Sumber Sejarah Agama Hindu”, Veda Prayascita No.2 Th.I,2000 : 17).

Memang keistimewaan Bhagavad Gita,telah mengundang decak kagum,perhatian dan komentar para filsuf dan orang orang suci Hindu ternama (seperti Adishankara,Ramanuja,Madhva,Vrtti Kara,Vallabha,Nimbarka,Jnanesvar Mahatma Gandhi,Sri Aurobindo,Satvalekar sampai S.Radhakrishnan) maupun oleh pakar,peneliti dan para pencari dari Barat (seperti Dr.Thomas, Krishna Prem,dll),bahkan oleh pujangga muslim Indonesia seperti Amir Hamzah dan Sutan Takdir Alisjahbana dan juga, Bung Karno.

Srimad Bhagavat Gita yang berarti Nyanyian Ilahi atau disebut juga Gita Ilahi (The Song Divine ), Nyanyian Sorga (The Song of Clestial),Nyanyian Tuhan (The Song of The Lord) adalah sekumpulan ayat-ayat suci berbentuk syair-syair yang disabdakan oleh Sri Krshna kepada Arjuna di medan-laga Kurukshetra. Bhagavat Gita adalah bagian (ke VI) yang disebut Bhisma-Parva dari keseluruhan epik agung Mahabharata Gita adalah rangkuman dari berbagai nada dalam satu kesatuan yang indah. Rohaniawan Hindu yang sangat bersahaja,Alm.T.L.Vasvani (op.cit) menyatakan kekagumannya yang dalam dengan mengatakan,

“… Di dalam Bhagavat Gita jelas sekali terpancar sebuah filsafat yang mengalir dalam bentuk sebuah lagu, dan merupakan susunan sloka-sloka (syair-syair) filsafat kehidupan nan paling agung dalam seni sastra dunia. Yoga yang secara objektif tersirat di dalam Veda-Veda dan Yoga yang secara subjektif terdapat di dalam Upanishad-Upanishad tergabung menjadi suatu sintetis, yaitu Bhagavat Gita” .

Adapun topik utama Bhagavad Gita, mencakup ; (1) Tuhan, Isvara atau Paramatman,(2) Jiva atau atman, (3) Prakrti,Maya atau alam material, (4) Kalatattwa atau prinsip waktu dan (5) Karma. Ke 5 hal pokok ini, yang juga menjadi tema sentral sebagian besar filoshopi Hindu dan karena itu Bhagavat Gita juga dianggap sebagai inti-sari dari semua sastra dan Upanishad (Gitopanishad) yang ada di dalam agama Hindu atau juga disebut Veda ke 5 (Pancamo Veda) karena substansi Bhagavad Gita bukanlah ajaran baru,melainkan pengulangan dari kebijaksanaan kuno,Veda Veda.

Keagungan Bhagavat Gita ini diilustrasikan dengan sangat indah, dalam syair berikut: “Seluruh Upanishad adalah sapi-sapi perahan, Yogesvara Krshna adalah Sang Pemerah sapi-sapi ini, Arjuna adalah salah satu dari anak sapi, dan mereka-mereka yang telah mendapatkan pengetahuan suci (penerangan) diibaratkan sebagai orang yang meminum susu sapi, dan susu ini sendiri , yang diibaratkan sebagai air sorgawi atau nekhtar abadi. tidak lain adalah Bhagavat Gita .Svami Rama,salah seorang Yogi Agung Himalaya, dengan gamblang telah mengatakan,

”…..the bhagavad Gita contains in condensed form all the philosophical and psychological wisdom of the Upanishads.It is said that the Upanishads are like a cow that Sri krshna milks to bestow its nurturing wisdom to his dear friend and disciple,Arjuna. Sri krshna imparts all the wisdom of the Vedic and Upanishadic literature through the teachings of the Bhagavad Gita.Rather than imparting a new trend of thought or expounding a new philosophy,Sri Krshna modified and simplified the Vedic and upanishadic knowledge…” (Perennial Psychology of the Bhagavad gita,the Himalayan international institute of yoga Science and Philosophy of the U.S.A,Honesdale,Pennsylvania,1985: 4)

II.SPIRIT UNIVERSAL BHAGAVAD GITA

Bila keseluruhan sloka sloka Bhagavad Gita, diikuti dan mampu diamalkan oleh seluruh manusia di dunia ini, niscaya akan tercipta rasa persaudaraan semesta, segala kebajikan dan bahkan tujuan tertinggi,self realization akan terwujud pula.Cita cita ideal apapun yang disodorkan oleh berbagai paham hidup,kepercayaan dan agama yang pernah ada dimuka bumi ini, pasti juga akan terwujud,serentak. Hanya bila semua ini terjadi, barulah nilai nilai universal Bhagavadgita tidak perlu lagi digali apalagi diperdebatkan.Dengan kata lain,nilai nilai itu telah bertransformasi menjadi realisasi. Selain itu, setiap sloka Gita otomatis bersifat ubikitos-universal.

Untuk men-taati dan sukses mengamalkan ajaran Gita, tentu saja kualifikasi setingkat Arjuna diperlukan.Kualifikasi Arjuna,menurut Bhagavan Satya Narayana (Aripta Wibawa,Dialog Bhagavadgita,2006 ; 20-21) tercermin dari “makna” panggilan “sayang’ Krshna kepada Arjuna didalam Bhagavad Gita,seperti : Partha (menunjukkan posisi Arjuna mewakili ras manusia,putra bumi), Kauntheya (seorang yang mendengar dengan penuh perhatian terhadap ajaran Ketuhanan),Kurunanda (terang tindakannya),Anashuya (bebas dari iri hati),Paranthapa (bebas dari ketakutan),Gudhakesha (seorang yang dapat mengendalikan indriyanya),Arjuna (murni,tak ternoda),Dhananjaya (seorang yang telah mencapai anugerah untuk menerima kesejahteraan dan kebijaksanaan spiritual).

Dari sejumlah kualifikasi diatas,rasanya begitu sulit bagi semua orang untuk dapat setara atau menyamai personality yang dimiliki Arjuna. Karena manusia masih berbeda intelektualitas,intelegensia atau intuisi rohani serta pencapaian spiritualnya maka mereka akan menimbang sesuai kapasitasnya yang beragam pula.Implikasinya, bahwa nilai nilai eksoterik-(relegiusitas,moral- etik) akan tetap bisa diperdebatkan dan diperbedakan alias tidak universal ,tetapi ajaran esoteric/ spiritualitas sejati, haruslah sama adanya,ubikitos dan mutlak universal.Bukankah Tuhan itu satu dan jika ada 5 orang pemeluk agama yang berbeda mendapat anugerah yang sama,dari Tuhan yang sama pula, akankah mereka menemukan 5 Tuhan yang berbeda? Tentu saja tidak.Tuhan akan tetap satu dan sama bagi ke 5 orang itu.Pada tataran ini konsep esoteric dan spiritualitas dapat dipahami.

Secara umum,penulis mencoba membuat sebuah “Hipotesa Spiritual” yang diharapkan dapat mengungkap nilai nilai universal Bhagavad Gita.

TUHAN ITU SATU ADANYA.

BELIAU ADALAH TUHAN BAGI SEMUANYA. DAN KARENA ITU, BELIAU MAHA ATAS SEGALA GALANYA TERMASUK MAHA PENCIPTA

UNTUK MENJAGA TERTIB CIPTAAN AGAR HARMONI DAN BERKESINAMBUNGAN,TUHAN MENETAPKAN ORDE SEMESTA ATAU HUKUM KEBENARAN (RTAM) DAN MEMELIHARANYA DENGAN KASIH ( PREMA ) DENGAN MERESAPI SELURUH CIPTAANNYA

KEBERADAAN TUHAN DALAM SETIAP CIPTAANNYA DIPAHAMI SEBAGAI ATMA YANG KEKAL DENGAN SIFAT PENUH ANANDAM DAN KEDAMAIAN HAKIKI.

TIDAK ADA TEMPAT,NAMA ATAUPUN RUPA YANG TIDAK DIRESAPI OLEH BELIAU.

ATMA ITULAH DIRI SEJATI YANG KEKAL,YANG DENGAN MEREALISASINYA,BERARTI MENCAPAI TUHAN.

MENYADARI BAHWA TUHAN MAHA HADIR DISETIAP CIPTAANNYA,MANUSIA YANG SADAR AKAN HAL ITU AKAN MENGEMBANGKAN RASA PERSAUDARAAN DENGAN SESAMA CIPTAAN TUHAN. ( jika ada rasa persaudaraan yang tidak pilih kasih semacam ini, disana pasti terdapat love-harmony & peace ).

HAKEKAT PERSAUDARAAN SEJATI ADALAH KASIH SAYANG. DAN JIKA KASIH SAYANG MENGALIR TAK HENTI KEPADA TUHAN ATAU MELUAS KEPADA SELURUH CIPTAAN,ITU DISEBUT BHAKTI (ALIRAN KASIH YANG TAK PERNAH PUTUS).

CARA UNTUK MEREALISASI TUHAN BERAGAM JENIS DAN BENTUKNYA TAPI SEMUANYA BERTUJUAN MENCAPAI TUHAN YANG SAMA. SEMUA CARA YANG BERBEDA ITU,MEMANG DITEGAKKAN OLEH TUHAN SENDIRI.

SECARA GARIS BESAR CARA UNTUK MENCAPAI TUHAN ITU BISA DIKATEGORISASI MENJADI 4 JALAN YAITU JALAN AKSI TANPA PAMRIH,PENGETAHUAN KEBIJAKSANAAN,KASIH SAYANG/PELAYANAN ,DAN JALAN PENGENDALIAN PIKIRAN (KARMA,JNANA,BHAKTI DAN RAJA/DHYANA YOGA MARGA) DAN BERBAGAI KEPERCAYAAN LAINNYA HANYALAH KOMBINASI DIANTARA BERBAGAI CARA ITU.

SEMUA CARA ITU,DENGAN BERBAGAI SISTEM DAN METODENYA YANG BERBEDA BEDA PULA (EKSOTERIK) BISA DIRINGKAS DENGAN SATU NAMA SAJA; YOGA (ESOTERIC).

JALAN ESOTERIC YOGA ITU ,PRINSIP AJARANNYA SATU DAN SAMA DARI SEJAK DAHULU KALA HINGGA SEKARANG

JIKA SESEORANG (SIAPAPUN DIA,APAPUN AGAMA/KEPERCAYAANNYA,DSB-NYA) MEMAHAMI JALAN ESOTERIC YOGA SERTA MENDAPAT ANUGERAH TUHAN, DIA AKAN SAMPAI KEPADA TUHAN YANG SATU ITU.

III. PENUTUP

Sebagai penutup,saya sependapat dengan Sadguru Sivaya Subramuniyaswami,yang mengatakan ”….. tidak ada keraguan bahwa agama Hindu akan menjadi kekuatan besar dunia……..” Nilai nilai Hinduisme akan senantiasa menyebar merasuk kepelosok dunia, ke relung relung hati manusia, tidak saja melalui pengaruh ajaran para guru dan swami semata,melainkan juga akan berkembang luas melalui karya karya umatnya yang sarat dengan nilai nilai spiritual-dharma.Semoga!

Om Tat Sat Sri Krsnarpanam astu subham.Ksamaswamam

Leave Comment