Oleh :
Made Suarta
Dosen Tetap Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Denpasar
Tidak dapat dipungkiri bahwa revolusi hijau telah menyelamatkan umat manusia dari bencana kelaparan. Kendati bencana kelaparan masih terjadi di beberapa belahan dunia, tetapi berkat revolusi hijau bencana besar yang memusnahkan banyak umat manusia tidaklah terjadi sampai saat ini. Namun di balik kisah sukses tersebut, teknologi revolusi hijau mendapat kritikan tajam karena dianggap tidak ramah lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebagai alternatifnya, oleh kaum pengeritiknya kemudian mengembangkan sistem pertanian organik yang lebih berselaras dengan alam dan melepaskan ketergantungan petani akan infut teknologi revolusi hijau. Sistem pertanian organik pun kemudian dianggap sebagai kontra revolusi petani atas revolusi hijau.
Kata Kuncinya : Pengelolaan Teknologi
Penerapan pertanian organic merupakan salah satu Dario pendekatan dalam pembangunman berkelanjutan yang esensinya bertujuan untuk melestarikan sumberdaya alam dalam jangka panjang untuk anak cucu kita. Hal ini tidak berarti kita meninggalkan teknologi yang berlandaskan ilmu pengetahuan baik yang disebut low maupun hight input.
Bagi negara berkembang seperti Indonesia, menghadapi teknologi baru apa pun juga menimbulkan dilemma, seperti menghadapi buah simnalakama. Adanya kelemahan manajemen, control, penguasaan teknologi dan rendahnya mutu sumberdaya manusia menyebabkan kehadiran teknologi pertanian modern terasa lebih merupakan beban dan ancaman. Teknologi layaknya pisau bermata dua, di satu sisi memudahkan dan memanjakan kita, tetapi di sisis lain dapat berdampak terhadap lingkungan bahkan dapat merengut nyawa kita setiap saat.
Memvonis teknologi sebagai biang keladi terhadap kerusakan lingkungan secara kaca mata kuda dengan menghentikan penerapan teknologi juga sangat tidak bijaksana. Kita meyakini bahwa setiap benda di dunia ini memiliki sisi baik dan sisi buruk. Hal ini merupakan suatu yang alami dan kodrati
Mungkin yang paling bijaksana untuk dilakukan adalah merubah cara pandang terhadap teknologi dan lingkungan sembari meminimalisir dampak negative dari teknologi terhadap lingkungan. Kata kuncinya adalah penerapan teknologi modern harus dibarengi dengan introduksi manajemen sebagai penemuan umat manusia paling besar di abad ke-20. Dengan demikian, kontroversi atau perdebatan antara teknologi revolusi hijau dengan pertanian organik tidak perlu terjadi dan berkepanjangan. Terpenting adalah bagaimana teknologi pertanian ( apapun namanya ) mampu menyediakan pangan demi kelangsungan hidup umat manusia, dan berpihak kepada para petani miskin bukan kepada perusahaan pertanian multinasional..
wah bagus banget artikelnya
mengingatkan masa masa indah sewakti masih kuliah di FP Unwar bali
pak made “made suarta”
tolong dong admin kirimkan emailnya pak made suarta/ nomor telponya/HP
saya ingin promo-kan fakultas pertanian di SPP Pertanian di tempat saya bekerja
trims admin
made ekasaputra
ekadatamedia.lwk@gmail.com
SMK Negeri 2 Luwuk
JALAN LEMURU 118 LUWUK
Sulawesi Tengah
pak made suarta e-mail : warmadewa.yahoo.com. telp. 223858 ex. 38