Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Warmadewa (Unwar) Drs. Wayan Sudemen, M.Si., Selasa (31/3) malam meyudisium 17 sarjana baru. Mereka yang dilepas masing-masing 9 orang dari PS Ilmu Pemerintahan dan 8 orang dari PS Ilmu Administrasi. Mahasiswa berprestasi diraih Desak Marwati Putri dan Yoseph Bae Galla.
Wayan Sudemen mengungkapkan, FISIP Unwar kini makin berkembang. Jumlah mahasiswanya tahun lalu meningkat 100 persen dan kebanyakan dari lulusan segar SMA/SMK. Kini FISIP Unwar juga membuka kelas eksekutif bagi mahasiswa yang sudah bekerja dan bertekad menjadi STPDN-nya Bali.
Buktinya, sejumlah mahasiswa dari Pemrov NTT kini melakukan tugas belajar di FISIP Unwar. Bahkan, tahun ini sudah ada yang menamatkan studi. Pemprov Bali dan pemkab/pemkot di Bali diharapkan mengirimkan PNS-nya untuk disiapkan menjadi ahli pemerintahan. Pasalnya, hanya FISIP Unwar di Bali, NTB dan NTT menyediakan PS Ilmu Pemerintahan yang materinya sama dengan di STPDN.
Sudemen didampingi Pembantu Dekan Dra. AAA Dewi Larantika, M.Si. dan Drs. Ketut Toto Noerasto, M.Erg. mengaku bangga karena sebagian besar lulusan yang diyudisium mampu menamatkan studi dalam waktu 3,5 tahun dengan IPK rata-rata 3,32. Pada yudisium sarjana ke-39 ini, 52 persen sudah bekerja di PNS dan pengawai swasta. Bukti ini, katanya, sekaligus membantah adanya kesan kuliah di FISIP dipersulit dan dosennya galak-galak. ‘Yang bekerja saja bisa tamat, apalagi yang fulltimer. Sekarang tergantung motivasi mahasiswanya,’ ujarnya.
Wakil mahasiswa Selfrido Mali mengakui FISIP Unwar memiliki nama besar di luar Bali. Selain dosennya dikenal berkualitas, proses perkualiahannya juga berkualitas. Di sini ada Wisnu Murti (mantan Ketua KPU Bali) dan sejumlah pengamat politik. Keunggulan ini harusnya dimanfaatkan oleh calon mahasiswa baru.
Wayan Sudemen juga meminta lulusannya menjadi corong FISIP untuk memberikan informasi yang benar soal FISIP Unwar. Selain itu, ia minta lulusannya tak cepat berpuas diri karena ilmu itu masih banyak yang harus dikejar di masyarakat. (025/*)
Saya salut dengan FISIP Unwar, semoga mampu mewujudkan goal-nya menjadi STPDN-nya Bali. Idealnya memang, Ilmu pemerintahan dikelola oleh sebuah universitas sipil bukan seperti STPDN(Sekolah Tukang Pukul Dalam Negeri, sekarang). Dalam mewujudkan civil society yang mandiri diperlukan sebuah kedisiplinan yang mandiri pula, sikap yang bersumber dari dalam diri dan keluar secara ikhlas. Dan ini tidak ada di STPDN, dalam hal ini, Unwar melalui FISIP harus mampu mengambil peran lebih. Salam Guna Widya Sewaka Nagara!