Jero Wacik Bangkitkan Kenegarawanan di Unwar

Menbudpar RI, Ir. Jero Wacik, S.E., Sabtu (2/5) kemarin, diundang khusus untuk memberi ceramah umun sekaligus membuka Jubilium Perak Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar. Saat itu, Jero Wacik banyak berbicara dan membangkitkan jiwa kenegarawanan untuk membangun Unwar, Bali, dan bangsa.

Bagi dia, sikap kenegarawanan bisa dilatih, dimulai dari cara berpikir sebagai negarawan. Caranya menempatkan kepentingan negara paling atas, baru disusul kepentingan organisasi/kelompok dan terakhir perorangan. Saat ini, rakyat telah cerdas memilih mana pemimpin yang mendahulukan kepentingan negara dan kelompoknya.

Atas dasar itu, ia meminta mahasiswa Unwar tumbuh sikap kenegarawanannya bahwa pengabdian adalah nomor satu. Dosen pun tak boleh mengajar asal-asalan. Ia menegaskan mahasiswa harus menjadi kekuatan besar untuk membangun bangsa. Makanya jadilah mahasiswa dan pemuda yang cerdas, negarawan, dan pemberani. Itulah sebabnya ia mengingatkan Unwar menjadi kor pembangunan Bali di masa depan.

Strategi sukses pun dibuka Menbudpar di hadapan 200 mahasiswa dan dosen di lingkungan Unwar. Kunci sukes itu adalah menjalin jaringan sebanyak-banyaknya. Nama dan alamat teman sekolah, bisnis, dan tetangga harus dicatat karena itu merupakan harta di masa depan. ‘Ikuti juga perkembangan zaman untuk menjadi negarawan,’ katanya.

Jero Wacik juga banyak menceritakan perjuangan dirinya sejak hidup melarat hingga menjadi menteri. Ia yang kini masuk tim Sembilan di Jakarta mengharapkan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Unwar ini cingklong alias sukses. FK Unud diharapkan ikut membina dan membagi ilmu bukan dianggap sebagai pesaing.

Rektor Unwar, Prof. Dr. I Made Sukarsa, M.S., yang didampingi Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Bali, A.A. Wisnu Murti, mengakui Jero Wacik sangat besar perannya dalam merintis dan melahirkan PSPD Unwar yang telah mendapatkan izin Dikti. Di samping itu, banyak memberi bantuan untuk Unwar dan dikenal concern dalam pendidikan. Makanya ia marasakan Menbudpar ini seperti sudah menjadi warga Unwar karena ikut berpikir mengembangkan kampus ini.

Jubilium Perak Unwar menurut Ketua Panitia diisi dengan ceramah umum, lomba bleganjur, LKTI, dan festival band antar-SMA se-Bali. (025/*)

Unwar Kantongi Izin Dikti Buka S-1 Pendidikan Dokter

Semarak dan haru. Itulah suasana yang terjadi di kampus Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, Kamis (22/1) kemarin. Rektor Unwar Prof. Dr. I Made Sukarsa, S.E., M.S. tak menyangka bakal dijemput dengan baleganjur dan penari hanoman. Di depan kampus secara tiba-tiba dipasang baliho besar yang mensyukuri turunnya izin Dikti untuk Program Studi Pendidikan Dokter (S-1) Unwar.

Begitu tiba di depan lobi, Rektor Made Sukarsa disambut oleh baleganjur dan penari hanoman yang menyerahkan SK itu. Ternyata ini bagian bayar kaul dari PR I Unwar Drs. Yudiantara, M.Ap., yang berjanji akan menjemput izin ini secara meriah dengan baleganjur. Sayang, Yudiantara saat itu masih di Dirjen Dikti mengurus keperluan terkait izin itu. ‘Saya baru tahu hari ini. Ini betul-betul kejutan bahwa perjuangan kami membuahkan hasil,’ ujar Made Sukarsa.

Surat izin Dikti tersebut diserahkan salah satu tim pengusulan Unwar, Ir. A.A. Mayun Wirajaya, bernomor: 63/D/T/2009 tertanggal 20 Januari 2009. Surat ini juga dilampiri rekomendasi dari Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) No. KI.02.01.1713 tertanggal 16 Desember 2008.

Made Sukarsa mengaku puas bahwa perjuangan keluarga besar Unwar selama ini dipercaya oleh pemerintah pusat untuk membuka program studi Pendidikan Dokter (S-1). Ia menyebut bukan perjuangan panjang tapi perjuangan melelahkan. Sebab, PT lain sampai menunggu 4-5 tahun, sedangkan Unwar hanya bergerak setahun. ‘Melelahkan karena banyak menguras tenaga dan pikiran,’ ujarnya.

Ia menjelaskan untuk sementara berbentuk program studi, bukan fakultas. Tinggal ia berkoordinasi dengan rektor Unud untuk menentukan calon ketua program studi dan tenaga dosennya. Tahun ajaran baru ini dipastikan akan dibuka perekrutan PS Pendidikan Dokter Unwar, hanya saja jumlah mahasiswanya dibatasi 50 orang. ‘Itu sudah ketentuan pusat,’ ujarnya.

Soal kampus, kata dia, segera dibangun di Sesetan. Untuk setahun berjalan akan menggunakan gedung perkuliahan Lembaga Pengembangan Profesi Unwar (LP2U). Sedangkan lab sudah menjalin kerja sama dengan enam rumah sakit di Bali, khususnya RS Sanjiwani, Gianyar.

Rektor Unud Prof. Bakta sudah mengetahui bahwa izin Dirjen Dikti untuk PS Pend. Dokter Unwar sudah turun dua hari lalu. Ia juga mengucapkan syukur atas turunnya izin tersebut dan Unud siap bekerja sama membantu penyediaan SDM sesuai MoU dengan Unwar. (025/*)

MENKES DUKUNG UNWAR BUKA FK

Cita-cita Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar untuk memiliki Fakultas Kedokteran (FK) tinggal selangkah lagi. Menkes Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.Jp., Selasa (14/10) kemarin meninjau persiapan Unwar membuka Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD).

Usia mendengar pemaparan tim PSPD Unwar, Menkes Siti Fadilah Supari menyatakan dukunganya agar Bali memiliki dua FK yakni Unud dan Unwar. ‘Kami masih menunggu hasil visitasi KKI, barulah muncul rekomendasi,’ ujarnya.

Kontan saja berita gembira ini disambut tepuk tangan jajaran Unwar. Bahkan menurut Menkes, jika ini terwujud FK Unwar termasuk yang terakhir mendapat izin dari Depdiknas karena tahun depan izin pendirian FK berada di bawah Depkes. Makanya tak salah kalau Unwar mengundang dirinya untuk meninjau kesiapan FK Unwar.

Ia bangga Unwar justru mampu menjalin jejaring dengan enam rumah sakit (RS) dari syarat minimal satu RS yang diperlukan. Makanya Menkes minta program studi baru ini mampu mengangkat derajat kesehatan masyarakat Bali melalui pendidikan. Namun, ia ingatkan jangan bersaing dengan FK Unud melainkan menjadi sekolah kembar dengan pangsa pasar yang berbeda. ‘Ingat, banyaklah membantu anak bangsa,’ ujarnya.

Rektor Unwar, Prof. Dr. I Made Sukarsa, S.E., M.S., membenarkan perjuangan Unwar untuk mendapat izin PSPD (FK) dilakukan sejak tiga tahun lalu. Terakhir Mendiknas meminta adanya rekomendasi KKI dan Menkes. Jika ini sudah turun, ia yakin tahun ajaran baru FK Unwar sudah dibuka untuk umum.

Untuk mematangkan pembukaan program tersebut, Unwar sudah menjalin kerja sama dengan Pemrov Bali berupa sewa lahan tujuh hektar di Pegok dan BPD Bali soal finansial. SDM dosennya sebagian diambil dari FK Unud dan dosen FK Unud yang sudah pensiun namun masih gesit bekerja. Untuk tempat praktik pendidikan diteken kerja sama RS Sanjiwani, Gianyar sebagai RS utama, dibantu RS setelit yakni BRSUD Tabanan, RS Singaraja, RS Puri Raharja, RS Wangaya dan RS Sanglah.

Ketua Tim Presentasi dr. Gusti Ngurah Murdana menambahkan usulan dibukanya PSPD ini mengingat 2010 Bali memerlukan banyak tenaga medis dengan rasio 1:40. Sementara kondisi di Bali masih di bawah rasio itu. Sementara FK Unud hanya mampu menampung 10 persen lulusan SMA ke FK. Di lain sisi minat masyarakat untuk kuliah di FK makin tinggi. Untuk itu ia menilai Unwar terbuka peluangnya membuka FK secara mandiri.

Kunjungan Menkes diakhiri meninjau lab PSPD di kampus setempat. (025/*)

About webmaster