Mendiknas Stop Bantuan Fisik untuk Perguruan Tinggi

Mendiknas Bambang Soedibyo menegaskan, pemerintah menyetop bantuan untuk pembangunan fisik bagi perguruan tinggi (PT). Sebagian besar anggaran pendidikan di PT akan diarahkan untuk penelitian dan beasiswa serta menuju PT kelas dunia.

Hal itu diungkapkan Mendiknas, Sabtu (22/11) kemarin, saat menutup Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) Aptisi. Selama ini masih banyak PT merengek-rengek minta bantuan fisik karena ia menilai urusan fisik kampus seharusnya sudah selesai.

Ia membantah tudingan Ketua Umum Aptisi Pusat Dr. H. Sujaryadi bahwa pemerintah bersikap tidak adil alias diskriminatif terhadap perguruan tinggi swasta (PTS). Buktinya ia banyak membantu PTS kecil. Khusus untuk dana penelitian akan diberikan kepada PT yang berkualitas dan memiliki hight performance. Buktinya, ada PTS yang menerima dana penelitian melebihi PTN.

Ia juga meminta Aptisi untuk menyadarkan anggotanya bahwa sertifikasi menuju PT kelas dunia dan akreditasi adalah dua isu penting. Program studi yang belum terakreditasi ia tegaskan tak boleh mengeluarkan ijazah. Risikonya jika melanggar dipidanakan. Ia mengaku banyak menerima keluhan turunnya akreditasi dari A menjadi B dengan selisih angka tipis. Karena itu, ia memberi waktu setahun bagi PT yang mau reakreditasi dari B/C gemuk menjadi A atau B. ‘Akreditasi sekarang tak bisa dibeli,’ ujarnya.

Soal perlunya kuota bagi perguruan tinggi negeri (PTN) dalam menerima mahasiswa baru, Mendiknas mengatakan tak perlu diatur karena bisa menimbulkan masalah. Namun, Sujaryadi tetap belum puas dengan jawaban Mendiknas tanpa diatur kuota bagi PTN, selamanya akan membuat PTS tak berdaya.

Mendiknas juga mengatakan pemerintah mengizinkan dibukanya kelas jauh khusus bagi LPTK demi sertifikasi guru dengan kualifikasi S-1. Sedangkan bagi PTN dikenakan persyaratan yang ketat.

RPPP Ke-2 Aptisi Pusat, menurut Ketua Panitia Prof. Dr. Gede Sri Darma, S.T., M.M., diisi juga dengan rapat koordinasi Aptisi se-Indonesia. Aptisi Bali sebagai tuan rumah, katanya, merasa bersyukur karena anggotanya banyak mendapat pencerahan dari Mendiknas dan Dirjen Dikti soal evaluasi diri, akreditasi, sertifikasi dosen dan lainnya. (025)

About webmaster